Kapolsek Tampung Keluhan Nelayan

  • Monday, 09 October 2017

ANAMBAS(HK) - Nelayan Tarempa keluhkan masih adanya  nelayan lokal  yang menggunakan alat tangkap jenis murami yang beroperasi di sekitar Desa Batu Belah dan Dusun. Tak dapat dipungkiri pemakaian alat tangkap ini mengakibatkan ikan kecil juga ikut terjaring dan ini akan berdampak luas  pada populasi  ikan.
Hal ini terungkap saat pertemuan dan silahturahmi antara  Kepolisian Sektor (Polsek)  dengan Nelayan Tarempa di Kedai Kopi Erwin,  Rabu (4/10).

Selain bersilahturahmi,  kapolsek juga menyerahkan baju kepada nelayan. Selain itu juga direncanakan polsek juga akan menggelar kegiatan yang sama di Kecamatan Siantan Selatan dan Kecamatan Siantan Timur yang masuk dalam wilayah hukum Polsek Siantan.

Kapolsek AKP Yudha Surya Wardana mengatakan,    nelayan sebagai mitra Polisi. Selain ingin lebih dekat dengan masyarakat, kapolsek juga ingin mendengarkan keluhan para nelayan khususnya di Tarempa, Kecamatan Siantan, Kabupaten Kepulauan Anambas.

"Kami ingin mengajak 'Nelayan Mitra Polisi'. Hingga saat ini warga masih segan dengan polisi, dan jangan ketika bermasalah baru menemui polisi. Tetapi kami ingin mempererat silaturahmi dengan masyarakat. Kegiatan ini merupakan arahan langsung dari Kapolres Anambas untuk lebih dekat dengan masyarakat," katanya, Rabu (4/10).

Mantan Kasat Intel Polres Tanjung Pinang itu juga  menyampaikan keluhan nelayan kepada instansi terkait.  Pada kesempatan itu Yudha juga mengajak masyarakat komitmen memainkan peran. "Kami akan berupaya menyampaikan keluhan ini, tetapi masyarakat juga harus tetap menyuarakan aspirasi masyarakat. Sehingga ada kepedulian pemerintah," paparnya.

Lebih jauh  Yudha juga menyayangkan, hingga saat ini terkendala pada transportasi untuk melakukan patroli.

"Saya rasa ini bukan keluhan saya, tetapi memang kami tidak memiliki armada patroli. Kami juga ingin mengetahui gimana situasi dilapangan, sehingga ada langkah yang dilakukan untuk mencegah alat tangkap terlarang itu. Tapi nelayan harus sabar, karena kami percaya, pemerintah sedang memikirkan solusi, karena kewenangan kelautan ada di Provinsi," tukasnya.

Sementara itu Muslim,  Ketua Nelayan Tarempa mengatakan, hal ini mesti disampaikan karena di khawatirkan akan terjadi gesekan dimasyarakat apabila ini dibiarkan berlarut-larut. "Kita takut nelayan akhirnya akan bergerak sendiri dilapangan dan akhirnya timbul persoalan baru yang akan merugikan masing-masing pihak," jelasnya.

Yang menjadi kegerahan serta gundahnya para nelayan ini tambah Muslim,  masih belum ada respon yang positif serta  signifikan dari pemerintah daerah, padahal telah dilakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP)  antara  nelayan dan DPRD yang saat itu juga dihadiri oleh dinas terkait dan stake holder yang lainnya.

"Hingga saat ini masih belum ada responnya, kitapun belum tau apa hasil pertemuan pemerintah daerah dengan provinsi, jangan alasan regulasi membuat hal ini tidak dapat ditindak lanjuti , mesti ada langkah yang dilakukan pemerintah untuk menyetop kegiatan ini, atau bisa saja buat semacam himbaun," bebernya.

Hadir pada acara tersebut selain nelayan juga tampak umKanit Binmas Polsek Siantan Aiptu Dody Z Kanit Sabhara Brig Raja Faisal Bhabinkamtibmas Rio Fernandes.

Sumber : Haluan Kepri

Copyright © 2014. | Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Kepulauan Anambas. | All right reserved.