Anambas Darurat HIV Aids

  • Monday, 09 October 2017

ANAMBAS (HK) - Anambas darurat Human Immuno Defeciency Virus (HIV) .  Pasalnya dengan penduduk  yang hanya mencapai  47 ribu orang  penderita HIV Aids mencapai 33 orang.  Dengan estimasi 4 orang dalam pengobatan, 2 orang dalam pengawasan intensif,  8 orang pindah,  dan sisanya telah meninggal dunia.
Kendati menurun dalam setahun terakhir namun penyebaran HIV Aids tersebut seperti puncak gunung es yang mesti di waspadai.

Islam Malik,  Kepala Bidang (Kabid)  Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan dan Pengendalian Penduduk Kabupaten Kepulauan Anambas (KKA)  mengaku cukup prihatin akan hal itu. Bahkan  pihaknya telah membentuk Clinic Vicity  dalam pengendaliannya.

"Kita kesulitan jika harus menunggu saja maka harus jemput bola dengan membentu Clinkc Vicity Mobile yang turun langsung ke bawah mendatangi tersusfect," ungkap Islam,  Senin (2/10).

Selain Clinic Vicity sebut Islam  pihaknya juga melakukan pengecekan secara berkala ditambah dengan penyuluhan serta pengambilan sample darah ke lokasi-lokasi yang dianggap rawan seperti warung remang-remang yang ada.

"Pengecekan ini sifatnya isedentil, dan sebelum puasa lalu sudah dilakukan pengecekan, sayangnya para perkerja ditempat hiburan malam itu sudah ekaodus," sesalnya.

Tak dapat dipungkiri Virus mematikan ini untuk di Anambas yang terinfeksi adalah Wanita Perkerja Seks Komersial (PSK),  apalagi mereka tidak menetap di satu lokasi saja, kadang berada di Anambas dan  kadang keluar daerah ini.

Meski telah melakukan sejumlah upaya lanjut Islam, pihaknya mengaku kesulitan untuk memberikan sosialisasi maupun pengecekan , hak ini dikarena untuk wanita malam tersebut rata-rata berbaur  dengan masyarakat dan menjadi samar.

"Untuk di daerah Jemaja itu lebih mudah karena terfokus di warung remang-remang yang ada, namun untuk di kota Tarempa itu yang agak sulit mereka berbaur dengan masyarakat karena kebanyakan kost di rumah warga," jelasnya.

Selain itu tambah Islam, untuk obatnya juga harus dikirim dari pusat, data pasien dimasukan dalam aplikasi dan kementrian Kesehatan langsung drop obat tersebut ke daerah. Kadangkala data yang disampaikan tersebut juga tumpang tindih dengan Kabupaten Natuna.

"Saat ini kita saving obat tersebut karena pasien yang sudah meninggal  dan obatnya dikirim itu yang akan dipergunakan untuk pengobatan pasien yang  lain," tuturnya.

Pihaknya kata dia, saat ini menggandeng LSM peduli  HIV untuk  mendapatkan info dan dan melakukan pembinaan . Mengingat jika mesti turun langsung para perkerja malam itu tak akan mau diperiksa. "Jika hanya menunggu tidak akan bisa maka dari itu jemput bola karena mereka mesti ditemui secara person terlebih dulu. Baru mau diberikan pembinaan.

Sumber : Haluan Kepri

Copyright © 2014. | Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Kepulauan Anambas. | All right reserved.