Warga Mengkait Desak Didirikan PAUD

  • Monday, 09 October 2017

ANAMBAS (HK) - Warga Desa Mengkait, Kecamatan Siantan Selatan minta dibangunkan gedung sebagai tempat belajar mengajar Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di daerahnya.
Pasalnya di daerah tempat bernaung masyarakat Asli Anambas (Suku Laut) masih belum memiliki Taman Kanak -Kanak (TK), ataupun PAUD. Hal ini menyebabkan anak-anak hanya dapat berinteraksi dengan bermain pasir dan bermain air di laut, apalagi dengan minimnya lokasi lahan didesa tersebut membuat sarana tempat bermain anak menjadi sangat minim.

Mulyadi,  Anggota Komisi IIIDewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD)  Kabupaten Kepulauan Anambas (KKA) mengatakan,  Minimnya sarana pendidikan Anak ini perlu menjadi perhatian dan jangan sampai dibiarkan berlarut-larut karena akan sangat berpengaruh pada menset anak-anak tersebut serta Sumber Daya Manusia (SDM) didaerah itu kedepannya.

"Ini benar-benar menjadi perhatian kami, dan akan mengupayakan gedung tersebut dapat dibangun pada Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD)   murni tahun Anggaran 2018 mendatang."demikian disampaikan Mulyadi,  Minggu (1/10).

Pada saat reses kedesa Mengkait lanjut Politisi Partai Hanura itu, Persoalan yang menjadi keluhan masyarakat  adalah minimnya pendidikan anak sejak usia dini. Selain itu persoalan lain seperti masih minimnya infrastruktur berupa jalan mesti jadi perhatian.

Kendati demkian kata dia, di desa Mengkait sudah memiliki Sekolah Dasar Negeri (SDN) dan Sekolah Menegah Pertama (SMP). Untuk melanjutkan ke jenjang  yang lebih tinggi  harus ke luar Mengkait seperti Tarempa maupun ke Kota Tanjung Pinang.

"Saat ini sudah ada anak-Anak desa Mengkait yang  menjadi Polisi dan berkerja di Pemerintahan. Sebenarnya mereka punya potensi yang sangat baik tinggal bagaimana mengeksplorasi serta memberikan pendidikan sejak dini agar menset hanya jadi nelayan itu dapat berubah." jelasnya.

Untuk merealisasikan Pembangunan PAUD tersebut, ditengah minimnya lahan didesa itu masyarakat siap hibahkan lahannya agar pembangunan gedung PAUD segera dilakukan.

Selain itu tambah Kan Kan Panggilan akrab Mulyadi , Desa Mengkait mempunyai persoalan klasik yang hingga saat ini masih belum dapat di tuntaskan yakni  minimnya Air Bersih.  Luas wilayah yang hanya 4 Ha dengan jumlah penduduk  mencapai 1000 orang yang terdiri dari 400 Kepala Keluarga (KK) membuat  lahan didesa yang 90 persen penduduknya berprofesi sebagai nelayan itu sangat minim.
"Yang menjadi persoalan adalah di Mengkait tidak ada sumber mata air,  sehingga untuk mendapatkan air bersih warga mesti menyebrang menggunakan  Pompong selama 20 menit ke Pulau Temiang dan itu telah terjadi sejak Anambas masih belum mekar. Sumber air lainnya adalah air hujan yang di tampung masyarakat," paparnya.

Untuk ke Desa Mengkait  sambung  Kan Kan,  dari Tarempa harus menempuh  waktu selama tiga jam dengan menggunakan pompong. Sedangkan menggunakan speedboat selama satu jam. "Kami untuk datang  reses ke desa Mengkait  harus menunggu cuaca mengizinkan, sebelumnya dua kali tak berhasil karena di terjang ombak setinggi 2 meter," urainya.

Meski demikian mengatasi persoalan air, pemerintah sudah menyiapkan Detail Engenering Desain (DED) untuk menyambung pipa aliran Air antar pulau yang akan menghubungkan antara Pulau Temiang dan Desa mengkait.

"Kita  harus mendukung ini agar kebutuhan dasar bagi masyarakat dapat terselesai, sehingga air tidak menjadi persoalan lagi,

Sumber: Haluan Kepri

Copyright © 2014. | Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Kepulauan Anambas. | All right reserved.